Media Audio

1.    Pengertian Media Audio

Yang dimaksud dengan Media Dengar (Media Audio) adalah alat media yang isi pesannya hanya diterima melalui indera pendengaran saja. Pada penggalan ini berturut-turut dibahas Media Dengar yaitu Radio Rekaman Suara (Audio Cassete Tape Recorder). media pembelajaran, adalah suara-suara ataupun bunyi yang berkaitan dengan materi pembelajaran direkam dengan menggunakan alat perekam suara, kemudian hasil perekaman tersebut diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat pemutarnya.

                  Media audio mempunyai sifat yang khas, yaitu:

·   Hanya mengandalkan suara (indera pendengaran)

·   Personal

·   Cenderung satu arah

·   Mampu menggugah imaginasi

Kaitannya dengan audio sebagai media pembelajaran , dapat disimpulkan bahwa Media Audio Pembelajaran yaitu sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau rangkaian pesan materi pembelajaran melalui suara – suara  ataupun bunyi yang direkam menggunakan alat perekam suara , kemudian diperdengarkan kembali kepada peserta didik dengan menggunakan sebuah alat

                   Salah satu kelemahan Media audio adalah hanya mengandalkan suara, dalam penyampaian pesan atau informasi. Dengan kelemahan tersebut, maka dalam membuat sebuah media audio harus lah semenarik mungkin. Lalu bagaimana membuat sebuah media audio menjadi menarik? Media audio mempunyai tiga elemen yang dapat diolah dan diexplorasi untuk membuat suatu media audio menarik, yaitu unsur kata, unsur musik, unsur efek suara.

  • Unsur Kata

Merupakan kata-kata yang diucapkan oleh pemain (artis) secara teratur dan bermakna. Beberapa hal yang dapat dieksplorasi untuk memperindah sebuah media audio, penghayatan dalam pengucapan, intonasi, artikulasi, pilihan kata (diksi), dll. Meskipun demikian tidak semua kata atau suara pemain termasuk dalam unsur kata, misalnya suara keramaian orang di pasar, sorak sorai penonton suatu perlombaan. Kedua contoh tersebut masuk ke dalam unsur efek suara.

  • Unsur Musik

Dapat diartikan secara umun, merupakan perpaduan bunyi yang mempunyai arti dan nilai artistik yang tinggi. Musik dapat membuat sebuah media audio lebih menarik. Dalam media audio, musik dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal, diantaranya:

-            Menciptakan suasana, misalnya suasana sedih, gembira, lucu, tegang, dll.

-            Identitas sebuah program audio

-            Jembatan dua buah adegan yang berbeda

  • Unsur Efek Suara

Merupakan suara-suara yang dapat memberikan gambaran suasana  atau latar, baik waktu, tempat, maupun suatu kegiatan atau peristiwa.

Contoh:

-            Gambaran waktu, suara-suara yang digunakan untuk menggambarkan waktu kejadian sebuah adegan, misalnya kicau burung. Gambaran tempat, suara-suara yang digunakan untuk menggambarkan tempat kejadian.Gambaran kegiatan, suara-suara untuk memperkuat adanya kegiatan atau peristiwa dalam sebuah adegan. Misalnya, suara buku dibuka-buka, untuk menggambarkan orang sedang belajar. Suara gelas pecah, suara mobil.

II. 2.    Fungsi Media Audio

Fungsi media audio menurut Arsyad ( 2003 : 44 ) beliau mengutip pendapat sudjana dan Rivai ( 1991 : 130 ) adalah untuk melatih segala kegiatan pengembangan keterampilan terutama yang berhubungan dengan aspek – aspek keterampilan pendengaran, yang dapat dicapai dengan media audio ialah berupa :

●      Pemusatan  perhatian  dan  mempertahankan  perhatian.

●      Mengikuti pengarahan.

●      Melatih daya analisis.

●      Menentukan arti dan konteks.

●      Memilah informasi dan gagasan.

●      Merangkum , mengingat kembali dan menggali informasi.

Media Audio menurut Sadiman(2005:49)adalah media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang auditif,baik Verbal maupun Non Verbal.

Fungsi lain dari Media Audio adalah sebagi alat Bantu bagi para pendidik, karena sifatnya hanya sekedar membantu, maka dalam pemamfaatannya memerlukan bantuan metode atau media lain, sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dimiliki oleh pendengar yang akan membantu keberhasilan.
Selain  itu juga  Sudjana  (2005 : 129 )  menambahkan  pemanfaatan  fungsi            Media Audio dalam pengajaran terutama digunakan dalam :

●      Pengajaran  musik  literaty  ( pembacaan sajak ) , dan  kegiatan  dokumentasi.

●      Pengajaran Bahasa Asing ,  baik  secara  Audio  ataupun secara Audio Visual.

●      Pengajaran melalui radio atau radio pendidikan.

Paket – paket untuk berbagai jenis materi , yang memungkinkan siswa       dapat melatih daya penafsirannya dalam suatu bidang studi.

II. 3.      Manfaat Media Audio

Pada uraian sebelumnya telah dikemukakan tentang manfaat (sisi positif) dari media audio. Sebagaimana media Radio, media audio juga merupakan media pembelajaran yang sifatnya searah, sehingga jika ada sesuatu yang kurang jelas peserta didik tidak bisa langsung bertanya.

Namun demikian, karena sifatnya rekaman, maka jika ada sesuatu yang kurang jelas peserta didik dapat memutarnya kembali secara berulang-ulang di mana saja dan kapan saja, sampai akhirnya peserta didik dapat memperoleh kejelasan tentang materi yang sedang mereka pelajari.

Untuk mengatasi kelemahan ini maka perlu diperhatikan beberapa hal sebagai   berikut :

-  Materi yang ada di progam Audio maupun Radio hendaknya mampu memotivasi  agar peserta didik tertarik untuk mendengarkannya sampai selesai. Sehubungan dengan hal ini unsur menghibur perlu diperhatikan tentunya, agar peserta didik tidak bosan dan senang mendengarkannya sampai program selesai.

-     Adanya jadwal atau acara tatap muka, yaitu pertemuan antara pendidik dengan peserta didiknya guna mendiskusikan berbagai kesulitan yang ditemui dalam mempelajari materi pembelajaran yang dikemas dalam Media Audio.

II. 4.      Kelebihan Dan Kekurangan Media Audio

Kelebihan Media Audio

Kelebihan Media Audio , Sadiman  ( 2005 : 50 ) , adalah :

●        Harga murah dan variasi program lebih banyak dari pada TV.

●        Sifatnya mudah untuk dipindahkan.

●        Dapat digunakan bersama – sama dengan alat perekam radio, sehingga dapat diulang atau diputar kembali.

●        Dapat merangsang partisifasi aktif pendengaran siswa, serta dapat mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dan sebagainya.

●        Dapat memusatkan perhatian siswa seperti membaca puisi, sastra, menggambar musik dan bahasa.

Kelebihan lainnya dari Media Audio, Sadiman  ( 2005 : 51 ) , yaitu :

●        Dapat menggantikan Guru dengan lebih baik, misalnya menghadirkan ahli dibidang – bidang tertentu, sehingga kelemahan guru dalam mengajar  tergantikan.

●        Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingat Guru kita terkadang jarang mempunyai waktu yang luang dan sumber untuk mengadakan penelitian..

●        Dapat mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.

Kelebihan Media Audio, Arsyad ( 2003 : 45 ) , adalah :

●        Merupakan  peralatan   yang     sangat   murah   dan  lumrah  sehingga   mudah

dijangkau oleh masyarakat.

●        Rekaman  dapat  digandakan  untuk keperluan  perorangan sehingga  isi  pesan

dapat berada ditempat secara bersamaan.

●        Merekam     peristiwa    atau    isi    pelajaran     untuk   digunakan     kemudian.

●        Rekaman dapat digunakan sendiri sebagai alat diagnosis guna untuk membantu meningkatkan       keterampilan        membaca,    mengaji        dan     berpidato.

●        Dalam pengoperasiannya relatif sangat mudah.

Ada beberapa kelebihan media radio antara lain daya jangkaunya yang begitu luas hingga mampu menembus seluruh pelosok tanah air. Begitu dipancarkan, maka dalam waktu yang bersamaan beribu-ribu bahkan berjuta-juta peserta didik dapat memanfaatkannyra sebagai sumber belajar.

Kekurangan Media Audio

Kekurangan Media Audio, Arsyad( 2003 : 46 ) , adalah :

●      Dalam suatu rekaman sulit menemukan lokasi suatu pesan atau informasi, jika pesan atau informasi tersebut berada ditengah – tengah pita, apalagi jika radio, tape tidak memiliki angka – angka penentuan putaran.

Kecepatan rekaman dan pengaturan trek yang

●      bermacam – macam menimbulkan kesulitan untuk memainkan kembali rekaman yang direkam pada suatu mesin perekam yang berbeda

Sedangkan menurut Rivai ( 2005 : 131 ) penggunaan Media Audio dalam dunia pengajaran memiliki kekurangan antara lain :

●      Memerlukan suatu pemusatan pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu,

sehingga pengertiannya harus didapat dengan cara belajar khusus.

●      Media Audio yang menampilkan symbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal – hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.

●      Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan  pembendaharaan kata – kata  atau  bahasa,  serta  susunan  kalimat.

●      Media  ini hanya  akan  mampu  melayani  secara  baik bagi mereka yang sudah

mempunyai kemampuan dalam berfikir abstrak.

●      Penampilan melalui ungkapan perasaan atau symbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman  analog tersebut pada si penerima. Bila   tidak bisa maka akan terjadi  kesalah pahaman.

II. 5.      Pengenalan Beberapa Media Audio

Radio

Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa – peristiwa penting dan baru, masalah – masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif. Media ini juga mampu merangsang partisipasi aktif bagi si pendengar.

Kekurangan media radio:

o   Hanya selintas

o   Hanya mengandalkan suara

o   Tidak dapat diulang

o   Cenderung satu arah

Kelebihan media radio:

o   Personal

o   Cepat

o   Jangkauan luas

o   Imajinatif

o   Sederhana

o   Murah dan mudah

o   Siaran langsung

Kaset – Audio

Disini khusus membahas kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Memiliki keuntungan yaitu merupakan media yang ekonomis dan praktis, karena biaya pengadaan dan perawatan sangat murah dan mudah didapatkan

Alat perekam magnetic

Alat perekam magnetik  atau  tape recorder adalah salah satu alat elektronik yang mampu merekam suara secara manual dan merupakan salah satu media yang memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian keakuratan sebuah informasi. Alat ini sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa.

Macam – macam alat penyimpanan File Audio antara lain  :

Piringan Hitam (PH).

Alat penyimpan file audio ( modern ) yang pertama ditemukan adalah piringan hitam. Ia memiliki pena bergetar yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi/suara dari sebuahdisc. Alat yang diperlukan untuk memutar piringan hitam adalah Gramophone.

Kaset

Kaset adalah alat penyimpan file audio yang berbentuk pita kaset. Setiap    pita kaset mampu menyimpan file audio yang berdurasi sekitar 1 jam di setiap sisinya. Kualitas suaranya cukup baik. Penurunan kualitas suara dapat terjadi jika pita kaset rusak, jamuran, kotor dan lain-lain. Alat untuk memutar kaset bisa berupa radio tape, tape deck atau bisa juga diputar dengan menggunakan walkman.

CD dan DVD

CD ( Compact Disc ) dan juga DVD ( Digital Compact Disc ) adalah sebuah media

Penyimpanan file audio yang dibuat untuk merampingkan sistem penyimpanannya. Selain ramping, keduanya memiliki kemampuan menyimpan file yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pita kaset. Kualitas suara yang dihasilkan juga lebih bagus. Kualitas suara akan menurun atau bahkan hilang jika permukaandisc tergores,  kotor,  berjamur atau mengalami kerusakan lainnya.  Alat yang diperlukan untuk memutar CD atau DVD audio adalah CD player dan atau DVD player.

(MP3)

MP3 merupakan salah satu bentuk (format) penyimpanan file audio digital yang dianggap popular saat iini. Disamping ukuran filenya yang lebih kecil, MP3 juga memberikan kualitas suara yang lebih bagus jika dibandingkan dengan CD audio. alat untuk memutar MP3 adalah MP3 player. Selain itu MP3 juga bisa diputar dengan iPod. iPod adalah salah satu merk dari serangkaian alat pemutar media digital yang dirancang, dikembangkan dan dipasarkan oleh Apple Computer.

Audio Digital (WAV)

WAV atau Waveform audio format, merupakan salah satu format penyimpanan file audio yang dirancang dan dikembangkan oleh microsoft dan IBM. Perangkat yang diperlukan untuk memutar WAV salah satunya adalah  iPod.

iPod merupakan salah satu merk sebuah alat pemutar WAV yang dikeluarkan oleh Aplle Computer. Microsoft juga mengeluarkan produk sejenis yang bisa digunakan untuk memutar WAV  maupun  MP3, dengan merk Zune.

        II. 6.      Prosedur Pembuatan Media Audio

Pembuatan media audio pembelajaran memerlukan beberapa tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan tersebut,  yaitu pra-produksi, produksi dan pasca produksi.

Tahapan prosedur pembuatan Media Audio Pembelajaran :

        1.  Pra Produksi

Kegiatan-kegitan yang dilakukan pada tahapan Pra Produksi yaitu telaah kurikulum dan penulisan naskah.              

                     a.  Telaah Kurikulum

-          Mengapa harus dilakukan telaah kurikulum?

-          Siapa  yang melakukan telaah kurikulum?

Dalam mengembangkan media untuk menunjang pembelajaran, semestinya mengacu pada kurikulum. Kurikulum dijadikan sebagai acuan utama, dalam menentukan kompetensi yang akan dimuat untuk diajarkan kepada siswa melalui media audio. sehingga media pembelajaran yang dibuat sesuai dengan tujuan dan tepat sasaran.

Telaah kurikulum harus dilakukan oleh guru, dikaji oleh ahli materi dan ahli media. peranan Guru adalah menentukan materi dalam media yang dapat mewakili kompetensi yang diharapkan yang akan yang sesuai dengan kompetensi dan jejang pendidikan. Sebagai contoh, materi SD harus ditelaah oleh guru SD, materi SMP ditelaah oleh guru SMP, dan seterusnya.

Peranan ahli materi yaitu untuk menjaga agar materi tetap harus benar dan sesuai dengan sasaran tidak lebih dan tidak kurang. Di samping itu ahli materi juga harus menginformasikan perkembangan ilmu tersebut yang terkini.

Peranan ahli media harus mengkaji dan memastikan pemilihan materi yang akan diangkat ke dalam media audio sesuai dengan karakteristik media tersebut, karena tidak semua materi yang ada di kurikulum dapat dibuat ke dalam media audio secara menarik.

           b.   Penulisan Naskah

Langkah selanjutnya yaitu penulisan naskah. Naskah ditulis oleh orang yang dianggap mampu untuk menulis naskah audio. Naskah yang ditulis akan dikaji oleh ahli materi dan ahli media. Ahli materi akan mengkaji kebenaran, kecukupan, dan ketepatan pemilihan aplikasi atau contohnya. Sedangkan ahli media akan mengkaji kemenarikan penyampaian materi tersebut sesuai karakteristik media audio, misalnya pemain, perwatakan, pilihan kata/bahasa, konflik, musik, sound effect, dll.

Tahapan penulisan naskah, yaitu persiapan, penelitian, pengorganisasian informasi, penulisan sinopsis dan treatment, dan skenario/naskah.

            2.      Produksi

Produksi media audio ini diawali dengan diterimanya naskah oleh team produksi. Setelah itu dilakukan langkah-langkah produksi, yaitu: pembentukan tim produksi, rembug naskah (script conference), Pemilihan pemain (casting), latihan kering, rekaman (recording), editing dan mixing, preview, pembuatan master (mastering).

                      a.    Team Produksi

Produksi media audio ini merupakan kerja bersama(team work), kerja dari sekelompok orang yang memiliki keahlian atau ketrampilan berbeda, sehingga diperlukan koordinasi antar anggota tim sehingga terwujud media audio yang baik, menarik dan komunikatif.

Anggota tim tersebut yaitu :

1.   Sutradara, orang yang bertanggung jawab atas semua aspek manajemen  artistik  dari sebuah produksi.

2.       Operator, mempersiapkan peralatan rekam dan bertanggung jawab atas  hasil  perekaman.

3.  Teknisi, mengontrol dan memastikan semua peralatan dalam keadaan siap  pakai.

4.  Penata musik, mempersiapkan musik dan sound effect sesuai dengan naskah.

5.  Editor, melakukan koreksi terhadap hasil rekaman dan melakukan mixing  tutur ( dialog / drama ) dengan musik dan sound effect yang diperlukan sesuai naskah.

b.      Rembuk Naskah (Script Conference)

Setelah Sutradara menerima dan mempelajari, kemudian dilakukan rembuk naskah dengan penulis naskah, ahli materi dan ahli media. Rembuk naskah diperlukan untuk menyamakan persepsi pemahaman terhadap naskah, sehingga apabila diproduksi tidak terjadi kesalahan yang fatal.

                       c.   Pemilihan Pemain (Casting)

Setelah rembuk naskah dilakukan, langkah selanjutnya yaitu pemilihan pemain. Pemain disini adalah orang yang akan memerankan tokoh dalam naskah. Pemilihan pemain yang baik, sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut dalam naskah akan membuat media audio bagus dan menarik.

   d.     Latihan Kering

Latihan kering maksudnya, para pemain diberi kesempatan untuk mempelajari naskah dan berlatih sebelum rekaman, agar mereka benar-benar paham akan isi pesan, alur cerita dan peran masing-masing dalam naskah tersebut. Hal ini untuk menghindari banyak kesalahan pada saat rekaman.

     e.      Rekaman(Recording)

Rekaman adalah proses pengambilan suara dari masing-masing pemain. Sutradara adalah pengendali sepenuhnya jalannya rekaman. Sutradara bertanggung jawab atas kualitas hasil rekaman.

                        f.     Editing dan Mixing

              Editing:   maksudnya adalah membuang atau memotong kata-kata salah yang   dianggap tidak perlu atau juga menambah efek, misalnya echo.

     Mixing: maksudnya mencampur atau menambah musik, background, dan soundeffect sehingga media audio lebih terkesan menarik.

   g.   Preview

Preview adalah kegiatan evaluasi terhadap hasil produksi. Preview ini dilakukan oleh tim yang melibatkan pengkaji materi, pengkaji media, dan sutradara sebagai penanggung jawab produksinya. Evaluasi terhadap hasil produksi ini ditinjau dari segi materi dan media. Dari segi materi misalnya ketepatan pengucapan. Tinjauan media, misalnya ketepatan penggunaan musik, efek suara (sound effect), kualitas suara, meliputi ada tidaknya noise, kestabilan volume. Jika hasil produksi belum dinyatakan layak, maka harus dilakukan perbaikan sesuai dengan masukan tim preview.

       h.    Pembuatan Master Audio Pembelajaran (Mastering)

Menyimpan atau merekam hasil produksi media audio pembelajaran ini dalam kaset, CD, atau media penyimpanan lainnya. Master media audio pembelajaran ini yang kemudian akan dijadikan master jika diperlukan penggandaan.

  7.      Cara Penggunaan Media Audio

Dalam pembuatan atau penggunaan media ada beberapa peralatan pokok yang Harus diperhatikan yaitu :  mikrofon, alat perekam (recorder ), alat pemutar hasil   rekaman ( player), alat penyampur sumber suara (mixer) dan beberapa fasilitas lainnya yang diperlukan, Rivai ( 2005 : 152 ).

●      Langkah–langkah untuk mempersiapkan Media Audio,  Arsyad (2003:46 ) adalah :
a)  Mempersiapkan diri
b)  Mempersiapkan kesiapan siswa
c)  Mendiskusikan membahas materi program audio.
d)  Mendengarkan materi audio yang akan dibahas

●      Sedangkan menurut,  Sudjana ( 2005 : 130 )  langkah – langkah yang harus dipersiapkan dalam menggunakan media audio meliputi tiga hal,  yaitu :
a)  Langkah persiapan meliputi : persiapan dalam merencanakan, memberikan pengarahan terhadap siswa mengenai ide – ide yang sulit, menentukan sasaran dan  periksa peralatan.
b)  Langkah penyajian meliputi : menyajikan waktu yang tepat, mengatur situasi ruangan, berikan motivasi untuk siswa.
c)  Tindak lanjut

●      Teknik penggunaan rekaman menurut,  Hamalik ( 1994 : 103 )  antara lain :
a)  Kelas harus dibawa kearah belajar mendengarkan rekaman secara aktif
b)  Guru hendaknya mengenal dan memahami rekaman tersebut
c)  Menguasai penggunaan rekaman dan cakap mempergunakan rekaman dalam  belajar.

d)  Kegiatan lanjutan.

●      Teknik dalam perekaman radio pendidikan,  Sudjana ( 2005: 139 ), mengusulkan  hal – hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :
a)  Pilih subjek atau tema yang menarik dan mengundang perhatian mereka.
b)  Tentukan garis- garis besar cerita atau membuat synopsis.
c)  Tentukan pemain, pelaku, penangungjawab dan sebagainya.
d)  Adakan latihan diluar studio untuk melatih penjiwaan mereka.
e)  Pilih sound effect yang sesuai, kemudian coba rekam dan adakan revisi

  1.      Kesimpulan

Media pembelajaran Audio sebagai alat komunikasi antara pengajar dan peserta didik  sehingga proses belajar pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Dengan menggunakan media audio secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif siswa. Sehingga menimbulkan gairah belajar, memungkinkan interaksi langsung antara siswa, lingkungan, kenyataan, dan memungkinkan siswa untuk belajar sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Penggunaan media audio dalam pembelajaran dapat membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Penggunaan media visual pembelajaran dapat mempermudah siswa dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkrit

  2.   Saran

Kami selaku penulis menyarankan kepada pembaca bahwa Media Audio merupakan salah satu metode pengajaran Matematika yang bisa kita berikan kepada siswa, tapi dalam aplikasinya tidak semua materi pembelajaran Matematika bisa menggunakan media audio, karena media audio memiliki kekurangan yaitu siswa hanya mendengarkan saja materinya tidak dapat melihat , karena media audio memiliki kekurangan yaitu siswa hanya mendengarkan saja materinya tidak dapat melihat langsung.

 

Sumber : http://eedsandri.wordpress.com/2011/06/16/media-audio/

About these ads

About Jendry J. Weken

A DIFFERENT SIDE OF ME

Posted on Maret 1, 2013, in Beranda. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: